Konservasi Alam & Konservasi Moral

Konservasi yang secara umum mempunyai arti pelestarian; melestarikan daya dukung, mutu, fungsi, dan kemampuan lingkungan secara seimbang. Konservasi berawal dari kata conserve lahir akibat adanya semacam kebutuhan untuk melestarikan sumber daya alam yang diketahui mengalami degradasi mutu secara tajam. Sehingga menimbulkan kekhawatiran kalau tidak diantisipasi akan membahayakan umat manusia, terutama berimbas pada generasi mendatang sebagai anak cucu kita. Degradasi mutu lingkungan tadi tentunya.

BUKAN sekadar omong kosong bila sekarang konservasi alam menjadi kecenderungan. Banyak ide bermunculan, seperti go green, green school award, back to nature. Di Indonesia, salah satu penyandang go green adalah Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ya, universitas itu telah mendeklarasikan diri sebagai universitas konservasi.

Kini, wajah universitas itu telah menampakkan kehijauan pepohonan, wajah sejuk penuh berbagai keanekaragaman (biodiversity), yang makin lama kian indah dipandang mata dan menyejukkan jiwa.
Tak cuma manusia yang dapat menikmati kehijaurindangan kampus go green itu. Berbagai jenis kupu-kupu dan burung-burung pun meikmati.

Tips buat MABA (Beradaptasi dengan Lingkungan Baru)

Kita sebagai individu, hampir bisa dipastikan akan memasuki lingkungan baru. Pertama kali masuk kuliah, masuk kelas saat PPL, mendapat kelompok KKN, pertama kali bekerja di tempat baru, pertama kali ke kos baru. Banyak sekali dunia baru di depan kita. Kita masuki satu persatu pintu-pintu baru tersebut tanpa bisa menghindar.

Apa yang kita pikirkan ketika akan memasuki lingkungan yang benar-benar baru? Takut? Penasaran? tidak betah? Pasti banyak tanda tanya besar di kepala kita. Seringkali kita takut bahkan menolak masuk ke lingkungan baru hanya karena bayangan atau pikiran kita. Padahal, apa yang kita pikirkan belumlah tentu benar. Informasi yang kita dapat tentang lingkungan baru tersebut pun bisa jadi hanya dari satu sisi atau sebuah kebetulan. Namun, ketakutan akan ketidakpastian di lingkungan baru sangatlah wajar. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar kita sukses masuk ke lingkungan baru?

Hal pertama yang kita lakukan adalah menata persepsi kita tentang lingkungan baru tersebut. Untuk menghindari persepsi yang salah, sebelumnya kita harus membekali diri dengan informasi yang benar dan terpercaya tentang lingkungan baru tersebut. Misal kita akan masuk ke suatu universitas di luar kota, maka ada baiknya kita tanya kepada para alumni SMA yang berkuliah di universitas tersebut. Dengan demikian, sedikit banyak kita tahu dan mempunyai gambaran dengan lingkungan baru. Bagaimanapun, akan lebih nyaman berada di lingkungan baru yang kita sudah tahu daripada sibuk menerka dan menjadikan lingkungan baru tersebut sebagai misteri.

I K H L A S yang Sesungguhnya

Sahabat SaPhire, ada sebuah kisah pada masa Nabi Muhammad SAW. Di sebuah sudut pasar kota Madinah ada seorang pengemis buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihirm apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”

Tiada hal lain yang di lakukan si buta setiap hari kecuali menengadahkan tangan dan meneriakkan kata-kata itu. Namun demikian, setiap pagi selalu ada seorang pria yang mendatangi pengemis itu dengan membawakannya makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun, pria itu selalu menyuapkan makanan yang di bawanya kepada pengemis buta itu.

Ingin Menjadi Orang I K H L A S!!!

Sahabat SaPhire, dalam keterpurukan ini terbesit oleh Ipul untuk mencari dan membagikan apa dan bagaimana IKHLAS ini bisa dijalani... ^_^
Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap amal kebaikan kita. Amal kebaikan yang tidak terdapat keikhlasan di dalamnya hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Bahkan bukan hanya itu, ingatkah kita akan sebuah hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa tiga orang yang akan masuk neraka terlebih dahulu adalah orang-orang yang beramal kebaikan namun bukan karena Allah?.

Sholat Tariwih 11 atau 23 Rakaat??

Sahabat SaPhire, Ipul mau berbagi sedikit ilmu tentang perdebatan selama ini yang sering terjadi karena sebuah perbedaan. yang paling penting kita tidak saling menyalahkan, karena menurut Ipul tidak ada yang salah dalam hal ini, yang ada adalah ke indahan. dan yang salah kalau menurut ipul adalah mereka - mereka yang tidak menjalankan Sholat Tarawih ini. ^_^

Sebenarnya dalam permalasalahan jumlah raka'at shalat tarawih tidak ada masalah sama sekali. Tidak ada masalah dengan 23 raka'at atau 11 raka'at. Semoga kita bisa semakin tercerahkan dengan tulisan berikut.

Shalat Tarawih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan,
مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)

Website - Website Universitas Negeri Semarang

Sahabat SaPhire, sekedar menginformasikan beberapa alamat website Universitas Negeri Semarang (Unnes) dari tingkat Universitas samapai tingkat jurusan yang Ipul ketahui. Silahkan klik pada tautan-tautan dibawah ini untuk mencari informasi terkait dengan apa yang teman-teman butuhkan dari Universitas Negeri Semarang.

Silahkan pilih dan kunjungi websitenya terkait dengan Universitas Negeri Semarang dibawah ini. Semoga bermanfaat...
^_^

Website Universitas :
1. Universitas Negeri Semarang (Harus)
2. Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIKADU) Akademik (Wajib)
3. Biro Administrasi (Sunah)
4. Administrasi, Kemahasiswaan dan Kerja Sama  (Sunah)
5. Administrasi Umum dan Kepegawaian (Sunah)

Perjuangan Hidup Seorang Anak (Part II)

Sahabat SaPhire, sebelumnya ipul minta maaf kalau lanjutan cerita dari Perjuangan Hidup Seorang Anak (Part I) baru bisa ipul tulis. Kebetulan kemarin baru aja selesai Ujian Semester. Jadi waktunya digunakan buat belajar (ckckck-sedikit membela diri). Okey, kita lanjutkan ceritanya ya.... :)
(Lanjutan.....=>)
Bangku kelas 1 di tinggalkan dengan kegembiraan bercampur dengan kesedihan. Gembira karena apa yang diinginkan oleh sang ayah dapat terwujud namun sedih ketika teringat sang ayah pergi untuk selamanya dan tak akan kembali. Duduk di bangku kelas 2 sampai kelas 4 tidak banyak perbedaan keseharian Amin kecil hanya berangkat sekolah berjalan tanpa alas kaki, selalu menunggu kedatangan Srekel (kendaraan mesin pemotong kayu) bersama 2 sahabatnya Kempul dan Siroj. Kelas 2 dilalui dengan susah payah dibarengi prestasi selalu menjadi peringkat teratas karena ingin selalu membanggakan sang Ayah g sudah tiada. Kelas 3 dilalui dengan hasil yg tidak jauh berbeda hanya sempat tergeser oleh cewek yg dibarengi sedikit kecurangan dari seseorang yang terhormat.