Sahabat SaPhire, sebelumnya ipul minta maaf kalau lanjutan cerita dari Perjuangan Hidup Seorang Anak (Part I) baru bisa ipul tulis. Kebetulan kemarin baru aja selesai Ujian Semester. Jadi waktunya digunakan buat belajar (ckckck-sedikit membela diri). Okey, kita lanjutkan ceritanya ya.... :)(Lanjutan.....=>)
Bangku kelas 1 di tinggalkan dengan kegembiraan bercampur dengan kesedihan. Gembira karena apa yang diinginkan oleh sang ayah dapat terwujud namun sedih ketika teringat sang ayah pergi untuk selamanya dan tak akan kembali. Duduk di bangku kelas 2 sampai kelas 4 tidak banyak perbedaan keseharian Amin kecil hanya berangkat sekolah berjalan tanpa alas kaki, selalu menunggu kedatangan Srekel (kendaraan mesin pemotong kayu) bersama 2 sahabatnya Kempul dan Siroj. Kelas 2 dilalui dengan susah payah dibarengi prestasi selalu menjadi peringkat teratas karena ingin selalu membanggakan sang Ayah g sudah tiada. Kelas 3 dilalui dengan hasil yg tidak jauh berbeda hanya sempat tergeser oleh cewek yg dibarengi sedikit kecurangan dari seseorang yang terhormat.
